Kamis, 29 Desember 2016

Gunung Steling Samarinda ( Maulid Nabi Muhamad )

     

Sore itu , Minggu 25 Desember 2016 ‘ pukul 16.30 cuaca cukup cerah  Komunitas Jelajah mengajak komunitas Insano ( Indonesia Anti Narkoba) serta Ustad Andi untuk mendaki bukit atau Gunung Steling di Selili di kota Samarinda ,dalam acara memperingati hari Maulid Nabi Muhamad Saw.

  


Sebelum berangkat kawan-kawan dari Komunitas Jelajah dan Insano (Imdonesia Anti Narkoba) berkumpul di Eks Bioskop tua MAHAKAMA yang terletak di jalan Yos Soedarso dengan sedikit pengarahan tentang keselamatan didalam perjalanan

Sebelum berangkat kebukit Steleng ,diadakan doa bersama demi kelancaran didalam perjalanan


Jarak tempuh menuju bibir bukit adalah kurang lebih 2 KM,kawan-kawan menelusuri kampung selili dengan  mengendarai sepeda motor



Jalan yang terjal ,licin,becek karena Kota Samarinda baru saja habis diguyur hujan, tak menghalagi niat kawan-kawan untuk  mendaki, sekali-kali ada rekan kita yang terpeleset dan jatuh.

Kurang lebih 30 menit mendaki akhirnya tiba dipuncak bukit Steling,  rasa cape ,lelah ,dahaga tak terasa lagi setelah melihat pemandangan indah kota Samarinda dan sungai Mahakam.

Pak Didi Ardiansyah adalah anggota Komunitas Jelajah yang usianya paling semior



Bendera Jelajah

Pendakian di sore hari itu berjumlah kurang lebih 100 orang ,anggota dari Insano sebanyak 12 orang dan sisanya anggota komunitas Jelajah


Acara dimulai dengan dibuka oleh pembawa acara presenter Saudari Dani Wahdani…..Acara pertama adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dirigen saudari Iin….

Acara selanjutnya kata sambutan yang disampaikan langsung oleh Admin (Sekertaris) komunitas Jelajah yaitu oleh Ibu Chiel ipeth

Kemudian dilanjutkan kampanye Anti narkoba oleh Insano yang di wakilkan kepada saudara Rahmat serta ketua Insano saudara Aminudin

Kawan-kawan dari Jelajah dan History of Samarinda sedang asik mendengarkan

Tauziah atau ceramah siraman Rohani tentang Maulid Nabi Muhamad SAW di sampaikan oleh Ustad Andi di puncak bukit Steleng kota Samarinda

Sambil bersantai duduk menyambut malam dibukit Steleng kota Samarinda




Azan magrib berkumandang yang menjadi Bilalnya adalah Hendra serta Imam’nya adalah ustad Andi..kawan-kawan melaksanakan sholat magrib bersama

Indahnya pemandangan kota Samarinda dimalam hari dari puncak Steling….lampu warna-warni mengiringi riak dan gelombang sungai Mahakam

Beberapa saat setelah malam tiba kawan-kawan dari Jelajah dan Insano segera bergegas turun kebawah menelusuri bukit., Alhamdulilah semua kembali kerumah masing-masing dalam keadaan selamat.
Wasalam
penulis : Edy yan

Jumat, 04 November 2016

BUKIT STELING SAMARINDA (SUMPAH PEMUDA)


Sumpah pemuda di bukit Steleng Samarinda


      Komunitas Jelajah melaksanakan Upacara hari sumpah pemuda di puncak bukit Steleng pada 28 oktober 2016.
Pagi yang sangat dingin di Hari sumpah pemuda ‘karena kota Samarinda sejak dini hari diguyur hujan tak henti-hentinya hingga siang. Hal itu tidak melemahkan semangat para teman-teman yang ikut bergabung melaksanakan Upacara.
       Pagi ini  pukul 06.00 kawan-kawan mulai berkumpul di eks Bioskop Mahakama di Jalan Yoes Soedarso ( Kampung Tempekong ) , Sambil menunggu sahabat jelajah yang datang teman-teman ada yang  santai minum kopi ada pula yang sambil ngobrol serta ada yang sambil berphoto.
Kira-kira pukul 07.30 kawan-kawan bersiap-siap menuju bukit steleng , seperti biasa sebelum berangkat di adakan pengarahan dan doa bersama , agar perjalanan bisa dilaksanakan dengan selamat.


Berkumpul di bekas Bioskop Mahakama.


Doa bersama sebelum berangkat


Setibanya di lereng bukit Steleng tepatnya jalan menuju arah Selili, kawan-kawan parkir kendaraan di halaman rumah., kemudian melakukan pendakian.
cuaca hujan sejak semalam membuat jalan arah menuju puncak Steleng sangat licin. dengan semangat tak kenal menyerah akhirnya tibalah para Jelajah tangguh ini dipuncak Steleng. sambil beristirahat sebentar , kemudian segeralah di laksanakan acara Upacara , dengan susunan acara sebagai berikut : 
Protokol Chiel Ipeth
1. Persiapan barisan oleh komandan upacara Saudara Aldy Irawan garcia.
2. Pembina upacara  ( Pak Iwan 
3. Pengibaran bendera merah-putih diiringi lagu Indonesia Raya.
4. Pembacaan Teks Sumpah pemuda oleh Saudara Pendi
5. menyanyikan lagu 
    Bangun pemudi/pemuda ,padamu negeri, sebagai dirigen saudari I’in
6. Laporan pemimpjn upacara kepada pembina upacara…Acara selesai
7. pembina upacara meninggalkan lapangan upacara.
8. Pembubaran barisan.

pelaksanaan upacara

Menyanyikan lagu perjuangan dipimpin oleh Dirigen.

pembacaan teks Sumpah pemuda

Sang merah putih berkibar di bukit Steleng

Untuk memeriahkan hari sumpah pemuda , komunitas Jelajah mengadakan lomba foto , dengan Tema mencium bendera. peserta diikuti oleh para anggota Jelajah juga. Hasil dari pada pemenang atau Lomba tersebut akan di berikan pada saat selesai upacara di Bukit steleng.

Dani Wardani 


Paula heline Nisansha


Jelajah cilik ikut pula mencium Merah putih 

Riel Bintang perserta yang mendapatkan like terbanyak di Facebook grup Jelajah dinyatakan sebagai pemenang Favorit di lomba ini.

Pemenang lomba, mendapat piala, mug, baju , Slayer ,pin..seluruh Hadiah di lomba ini di sponsori oleh Admin J-Hos yaitu saudara Ipit mucil.



     
       Setelah selesai pembagian Hadiah , kawan-kawan yang ikut di Steling menyantap makanan yang di masak oleh Chiel Ipet..Walaupun dengan cuaca hujan teman-teman tetap lahap makan , sebab cuaca yang sangat dingin membuat perut lapar…., menu makanan yang disajikan cukup sederhana yaitu Ayam pedas Alaa Chiel ipet serta ikan asin..

Indahnya kebersamaan di bukit Steleng.


Edy yan




Protokol Chiel Ipeth




                                         JELAJAH TANGGUH


Penulis : Edy Yan
Samarinda , Hari Jumat  28 oktober 2016